Selasa, 12 Mei 2015


 اسم لا
(ISIM LA)
La adalah huruf nafi yang berfungsi meniadakan atau menyatakan  sesuatu yang tidak ada.la berfungsi sebagaimana inna,yang menashobkan isim dan merofa’kan khobarnya. Contoh:
Hukum isim la      
Ketentuan-ketentuan isim la yaitu:
1.      Jika isim la-nya nakirah, maka dianggap mabniy dan dibaca tanpa tanwin, contoh:
Tiada laki-laki di rumah1 لَا رَجُلٌ فِى الدَّارِ 
Tiada yang dusta dipuji2 لَا كَاذِبَ مَمدُوْحٌ   

Keterangan:
jika isim la­-nya nakirah seperti (rojulun) dan yang lainnya, maka isim la-nya menjadi mabniy tidak dianggap mu’rob dan tanda mabniynya disesuaikan sebagaimana tanda i’rob sewaktu nashob; yaitu ketika tanda nashobnya dengan fathah maka mabniynya Ala al-fathi  dan dibaca tanpa tanwin dan jika tanda nashobnya dengan ya’ (seprti mutsanna dan jama’ mudzakar salim) maka mabniynya juga Ala al-ya’. Demikian seterusnya.
2.      Jika isim la-nya nakirah dan la-nya diulang, maka boleh dibaca dengan dua cara yaitu boleh mabniy dan boleh marfu’, contoh:
1 لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
2 لَا حَوْلٌ وَ لَا قُوَّةٌ إِلَّا بِاللهِ
3.      Jika isim la-nya ma’rifat, maka harus marfu’ dan la-nya harus diulang, contoh:
1 لَا الزَّوْجُ فِى البَيْتِ وَلَا الزَّوْجَةُ
4.      Jika antara la dan isimnya terpisah, maka harus marfu’ dan harus diulang la-nya, contoh:
1 لَا فِى البَيْتِ رَجُلٌ وَ لَا إِمْرَأَةٌ
Pembagian isim La:
Isim la terbagi menadi dua bagian, yaitu:
1.      Mu’rob
2.      Mabni
Isim la di nyatakan mu’rob apabila:
1.      Isim la-nya di idhofahkan, contoh:
1 لَا صَاحِبَ عِلْمٍ مَذْمُوْمٌ
2.      Jika isim la-nya menyerupai mudhaf, contoh:
1 لَا طَالِعًا جَبَلًا حَاضِرٌ
3.      Isim la yang mabni kepada tanda nashob semula di waktu manshub, contoh:
mabni ala al-fathi1 لَا تِلْمِذَ حَاضِرٌ 
mabni ala al-ya’   2 لَا كَاذِبَيْنِ يُصَدَّقَانِ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar