(ISIM LA)
La adalah huruf nafi
yang berfungsi meniadakan atau menyatakan sesuatu yang tidak ada.la berfungsi
sebagaimana inna,yang menashobkan isim dan merofa’kan khobarnya. Contoh:
Hukum
isim la
Ketentuan-ketentuan
isim la yaitu:
1.
Jika isim la-nya
nakirah, maka dianggap mabniy dan dibaca tanpa tanwin, contoh:
Tiada
laki-laki di rumah1 لَا رَجُلٌ فِى الدَّارِ
Tiada
yang dusta dipuji2 لَا
كَاذِبَ مَمدُوْحٌ
Keterangan:
jika
isim la-nya nakirah seperti (rojulun) dan yang lainnya, maka isim
la-nya menjadi mabniy tidak dianggap mu’rob dan tanda mabniynya disesuaikan
sebagaimana tanda i’rob sewaktu nashob; yaitu ketika tanda nashobnya dengan fathah
maka mabniynya Ala al-fathi dan
dibaca tanpa tanwin dan jika tanda nashobnya dengan ya’ (seprti mutsanna
dan jama’ mudzakar salim) maka mabniynya juga Ala al-ya’. Demikian seterusnya.
2.
Jika isim
la-nya nakirah dan la-nya diulang, maka boleh dibaca dengan dua cara yaitu
boleh mabniy dan boleh marfu’, contoh:
1 لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
2 لَا حَوْلٌ وَ لَا قُوَّةٌ
إِلَّا بِاللهِ
3.
Jika isim
la-nya ma’rifat, maka harus marfu’ dan la-nya harus diulang, contoh:
1 لَا الزَّوْجُ فِى البَيْتِ وَلَا الزَّوْجَةُ
4.
Jika antara
la dan isimnya terpisah, maka harus marfu’ dan harus diulang la-nya, contoh:
1 لَا فِى البَيْتِ رَجُلٌ وَ لَا إِمْرَأَةٌ
Pembagian isim La:
Isim la terbagi menadi dua bagian, yaitu:
1.
Mu’rob
2.
Mabni
Isim la di
nyatakan mu’rob apabila:
1.
Isim
la-nya di idhofahkan, contoh:
1 لَا صَاحِبَ عِلْمٍ مَذْمُوْمٌ
2.
Jika
isim la-nya menyerupai mudhaf, contoh:
1
لَا طَالِعًا جَبَلًا حَاضِرٌ
3.
Isim
la yang mabni kepada tanda nashob semula di waktu manshub, contoh:
mabni ala
al-fathi1 لَا تِلْمِذَ حَاضِرٌ
mabni ala al-ya’ 2
لَا كَاذِبَيْنِ يُصَدَّقَانِ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar